27/07/2021
Bagaimana sebaiknya marketer menjalankan strategi di tengah kepanikan konsumen akibat virus corona?
Bahkan ketika diuntungkan oleh bencana virus Corona, Anda tidak boleh terlalu berlebihan jualan (hard–sell). Anda harus tetap “tiarap”.
Kenapa? Karena ini adalah saat kedukaan. Saat dimana semua orang dirundung ketakutan dan kecemasan. Tone jualannya haruslah suportif dan mengandung semangat kepedulian dan empati.
Jangan sampai muncul kesan brand Anda mengeksploitasi keadaan. Apa kata dunia, saat semua orang dirundung kesusahan, brand Anda justru jor-joran jualan memanfaatkan keadaan yang bagi kebanyakan orang sangat mencemaskan.
Jangan sampai tercipta persepsi bahwa brand Anda mengambil keuntungan dari kondisi sulit yang terjadi.
Ingat, di tengah krisis Corona, masyarakat yang diliputi kecemasan bisa sangat sensitif. Dalam kondisi seperti itu, promosi berlebihan bisa berujung bully atau hujatan di media sosial. Dan kalau sudah begitu, maka brand reputation Anda di ujung tanduk.
Singkatnya, rule of thumb-nya kira-kira begini: Di tengah krisis Corona, yang harus lakukan adalah: public relation (PR): yes. Marketing: no.
Selling : absolutely no. ( Kutipan dari yuswohady.com )