23/08/2021
HSBC Morning Insights -
23rd of August 2021
Headlines : US market ends the week with a bang but still bleeding on weekly basis. Here's your ultimate morning briefing.
US 🇺🇸
DJIA: 35120.08/ +0.65%
S&P 500: 4411.67/ +0.81%
Nasdaq: 14714.66/ +1.19%
US 10Y : 1.255%
VIX : 18.56/ -14.35%
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021. Akan tetapi, wall street cenderung melemah selama sepekan dipicu sentimen bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 225,96 poin atau hampir 0,7 persen ke posisi 35.120,08. Indeks S&P 500 bertambah 0,8 persen ke posisi 4.441,67. Indeks Nasdaq naik 1,2 persen ke posisi 14.714,66.
Tiga indeks saham utama cenderung melemah selama sepekan. Indeks Dow Jones turun 1,1 persen, sementara itu, indeks S&P 500 susut 0,6 persen dan indeks Nasdaq tergelincir 0,7 persen.
Saham teknologi diperdagangkan di zona hijau pada Jumat, 20 Agustus 2021 memberikan dukungan kepada pasar. Saham Microsoft, Cisco dan Salesforce termasuk yang mencatatkan penguatan terbesar di Dow Jones karena investor mengambil saham teknologi di tengah kekhawatirna tentang perlambatan ekonomi. Saham produsen chip naik dengan Nvidia menguat 5,1 persen.
Saham Tesla bertambah satu persen setelah produsen mobil listrik Elon Musk mengadakan AI day. Perushaaan meluncurkan custom chip baru dan berencana membangun robot humanoid. Saham Tesla turun 5,2 persen pada pekan ini karena investor khawatir tentang pertumbuhan di China, salah satu pasar utama produsen kendaraan listrik.
Pada pekan ini, harga WTI melemah lebih dari 9 persen, dan menekan saham energi. Saham DiamondBack Energy dan Valero Energy masing-masing turun hampir 9,9 persen dan 9,1 persen pada pekan ini.
Pejabat the Fed akan berkumpul untuk pertemuan tahunan di Jackson Hole, Wyoming pekan depan. Pelaku pasar akan menunggu informasi mengenai pembicaraan tapering atau pengurangan stimulus the Fed. Sejauh ini, semakin banyak central bankers yang mulai menyatakan untuk beralih dari easy policy.
EU 🇪🇺
FTSE 100: 7087.90/ +0.41%
DAX: 15808.04/ +0.27%
CAC 40: 6626.11/ +0.31%
Stoxx 600: 468.80/ +0.33%
Pasar Eropa ditutup menguat untuk sesi kali ini namun secara weekly basis, masih membukukan pelemahan tajam.
Indeks Stoxx 600 membukukan pelemahan 1.5% untuk minggu lalu, yang merupakan worst weekly performance sejak bulan Februari. Di sesi kali ini, Retail stocks memimpin arus penguatan.
German DAX index ditutup menguat setelah negara ini merilis bigger than expected jump di producer prices, yang naik 1.9% MoM pada bulan Juli.
Data British retail sales anjlok di bulan Juli sebesar 2.5% dari bulan sebelumnya. Beberapa ekonom berpendapat bahwa rainy weather dan global chip shortage memberikan impact cukup besar pada consumer behaviour last month.
Dari individual movers, Marks & Spencer topped gains di sesi-sesi awal dengan melonjak 14% setelah retailers ini menaikkan profit outlook mereka.
Asia
Nikkei 225: 27013.25/ -0.98%
Hang Seng: 28849.72/ -1.84%
Shanghai: 3427.334/ -1.10%
FTSE Sharia APAC ex JP: 3965.43/ -1.08%
Bursa Asia ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/8/2021), setelah China memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dan memperketat aturan sektor teknologi dengan meloloskan UU perlindungan data.
Hanya indeks Straits Times Singapura dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona hijau pada hari ini. Indeks Straits Times ditutup menguat 0,51% ke level 3.102,75 dan IHSG melesat 0,64% ke posisi 6.030,77.
Sementara sisanya kembali ditutup di zona merah, bahkan kembali turun tajam pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah 0,98% ke level 27.013,25, Hang Seng Hong Kong turun 1,84% ke 24.849,72, Shanghai Composite China koreksi 1,1% ke 3.427,33, dan KOSPI Korea Selatan anjlok 1,2% ke 3.060,51.
Bursa saham Hang Seng dan China ditutup ambruk pada hari ini karena regulator setempat telah memperketat aturan sektor teknologi dengan meloloskan UU perlindungan data.
Sementara di Korea Selatan, ambruknya indeks KOSPI terjadi karena investor di Negeri Ginseng tersebut masih khawatir dengan perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) akibat penyebaran virus varian Delta.
Pemerintah Korea Selatan telah memperpanjang pembatasan jarak sosialnya selama dua pekan, dan kembali memperpanjang langkah-langkah darurat karena terus mencetak rekor penambahan kasus harian.
Adapun di Jepang, indeks Nikkei juga ditutup lebih rendah setelah perusahaan produsen kendaraan ternama di Jepang dan dunia, Toyota mengumumkan untuk memangkas produksi globalnya pada September tahun ini.
Dari individual movers, Toyota Motor mengatakan akan memangkas produksi globalnya untuk September 2021 sebesar 40% dari rencana sebelumnya.
Saham Toyota tergelincir 4,09%, sementara saham otomotif lainnya, yakni Honda Motor ambruk 4,84% dan Nissan Motor anjlok 7,25%. Perusahaan afiliasi Toyota, Denso jatuh 8,83% dan Aisin ambles 5,28%.
Indonesia 🇮🇩
IHSG: 6030.772/ +0.64%
LQ45: 855.040/ +0.51%
IDX30: 454.73/ +0.52%
IDX80: 121.386/ +0.67%
IDXTECHNO : 9827.904/ +0.43%
IDR Bonds 10Y Yield: 6.347%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 38,45 poin atau 0,64% ke 6.030,77 pada akhir perdagangan Jumat (20/8).
Sebanyak 278 saham naik, 204 saham turun dan 167 saham stagnan.
Lima indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan lima indeks sektoral lainnya melemah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah IDX Sektor Barang Konsumen Non Primer yang naik 1,21%, IDX Sektor Kesehatan naik 1,06% dan IDX Sektor Keuangan yang naik 1,03%.
Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah IDX Sektor Perindustrian yang turun 0,68%, IDX Sektor Energi turun 0,21% dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang turun 0,14%.
Total volume perdagangan sama di bursa hari ini mencapai 27,32 miliar saham dengan total nilai Rp 13,56 triliun.
Top gainers LQ45 hari ini adalah:
1. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) (7,77%)
2. PT XL Axiata Tbk (EXCL) (3,85%)
3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (3,69%)
Top losers LQ45 hari ini adalah:
1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) (-2,32%)
2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (-1,86%)
3. PT Timah Tbk (TINS) (-1,73%)
Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 156,86 miliar di seluruh pasar.
Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 449,1 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 196,9 miliar dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 84,5 miliar.
Sedangkan saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) Rp 273,7 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 102,1 miliar dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 61,1 miliar.
Sumber: Bloomberg, Reuters, CNBC, ipotnews, kontan